Thursday, May 5, 2011

MENGAWINKAN AYAM BURAS DENGAN AYAM RAS

Ayam Buras atau ayam bukan Ras yang biasanya juga disebut ayam kampung merupakan flasma nutfah ayam asli Indonesia populasinya dalam jumlah cukup besar jumlah tersebut terus meningkat baik populasinya maupun permintaan akan kebutuhan sumber protein hewani berupa telur dan daging seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk.

Setiap periode bertelur ayam buras hanya mampu menghasilkan telur 10-11 butir berat rata-rata 25-35 gram perbutir, jadi dapat diperkirakan setahun menghasilkan 30-60 butir karena produktivitas ayam buras sangat rendah maka ayam buras tersebut diperbaiki mutu genetiknya dengan jalan "Grading Up" artinya ayam buras betina disilangkan dengan pejantan Ras atau type dwiguna agar produksi telur dan dagingnnya meningkat, - hasil persilangan ayam buras betina dan pejantan ras memberikan keuntungan dalam hal : berat telur meningkat produksi daging dan besar telur bertambah, angka kematian menurun, pertumbuhan lebih cepat, sifat yang diturunkan dari pejantan ras terhadap anak-anaknya sifat pertumbuhan yang cepat sedangkan sifat daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan diperoleh dari ayam buras sebagai induknya selain mutu genetik juga perlu diperhatikan perbaikan lingkungan seperti perbaikan mutu pakan, pengendalian penyakit, perkandangan dan manajemen, perbaikan mutu pakan akan memperbaiki mutu produktivitasnya sebaliknya hanya memberikan sisa-sisa makanan dari dapur atau dedak dengan jumlah sedikit lebih parah lagi bila ayam dibiarkan mencari makanan sendiri.

Ayam buras sebenarnya lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan denga ayam ras, yang perlu diperhatikan adalah pengendaliannya terutama penyakit yang sering menyerang dan memusnahkan ayam buras seperti: ND (tetelo), Snot, Pullorum, Coccidiosist, untuk menekam dan mencegah penyakit ND perlu dilakukan Vaksinasi pada musim-musim tertentu secara teratur dan berkelanjutan, Snot dengan pemberian Terramycin, Coccidiosis dapat dicegah dengan pemberian Coccidiostat secara teratur .

Sumber : Sinartani

No comments:

Post a Comment

Comment Me