Sunday, July 10, 2011

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR (KARBOHIDRAT)

LAPORAN KIMIA DASAR (KARBOHIDRAT) BISA DI DOWNLOAD DISINI 

BAB I
PENDAHULUAN
            Dalam perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini banyak ditemukan berbagai macam metode pengajaran. Dalam mempelajari suatu teori tidaklah cukup jika hanya dengan mengetahui secara bacaan saja, karena itu semua belumlah cukup sehingga perlu dilakukan suatu hal yang disebut dengan praktikum. Adanya praktikum kita dapat mengetahui apakah teori tersebut benar atau salah, demikian juga dengan teori karbohidrat yang akan dibahas ini. Karbohidrat merupakan suatu zat gizi yang berfungsi sebagai zat penghasil energi, dimana pada setiap gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori energi, walaupun pada kenyataannya lemak dapat menghasilkan energi lebih besar. Tetapi karbohidrat lebih banyak di konsumsi oleh masyarakat daripada lemak. Terutama pada negara-negara berkembang misalnya Indonesia menjadikan nasi yang merupakan sumber karbohidrat sebagai makanan pokok. Hal ini disebabkan karena sumber bahan makanan karbohidrat lebih murah daripada sumber makanan lemak. Selain itu karbohidrat lebih mudah di cerna daripada lemak.
            Adapun tujuan dari praktikum dengan materi karbohidrat kali ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat umum maupun khusus dari karbohidrat dan mengetahui klasifikasi karbohidrat. Manfaat dari praktikum ini adalah kita dapat mengetahui lebih dekat mengenai karbohidrat mulai dari sifatnya dan klasifikasinya.

BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang diperlukan oleh tubuh manusia. Manusia yang aktif memerlukan banyak karbohidrat, namun kelebihan karbohidrat akan disimpan sebagai glikogen dan asam lemak (Riawan, 1998). Karbohidrat adalah polihidroksiketon, mempunyai rumus Cn(H2O)n. Karbohidrat umumnya digolongkan menurut strukturnya (Suharsono,1992).

2.2. Klasifikasi Karbohidrat
2.2.1.   Monosakarida

Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana, monosakarida larut dalam air dan tidak larut dalam alkohol juga eter. Monosakarida dibagi menjadi dua, yaitu aldosa dan ketosa. Aldosa, yaitu monosakarida yang mengandung gugus aldehid. Aldosa terdiri dari glukosa dan galaktosa. Glukosa adalah suatu aldosa, aldoheksa atau dektrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Galaktosa jarang terdapat di alam bebas. Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat di dalam susu ( Fessenden, 1999 ). Ketosa, yaitu monosakarida yang mengandung gugus fungsi keton, contohnya fruktosa yang merupakan suatu karbon heksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri (Riawan, 1998). Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lemak menjadi lain (Purba, 1997)

2.2.2.  Oligosakarida
Oligosakarida merupakan karbohidrat yang tersusun dari dua sampai delapan satuan monosakarida (Yunani, oligo-, = beberapa).
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri dari beberapa molekul monosakarida. Oligosakarida dibedakan atas  :                     a) Disakarida, terdiri atas maltosa, laktosa, solobrosa, meletrosa, gatibrosa, dan turatosa (mampu mereduksi), sukrosa (tidak memiliki sifat pereduksi),                         b) Trisakarida, terdiri atas marcotrosa, rhaminosa, rattinosa, meltitosa,                   c)  Tetrasakarida, terdiri atas stacyosa, schorodosa, d) Pentasakarida, contohnya verbacossa  (  Fessenden,1999 ). Oligoskarida yang lain adalah trisakarida yang terbentuk dari empat molekul monosakarida (Damin, 1986). Contoh dari oligosakarida yaitu sukrosa. Sukrosa adalah gula yang kita kenakan sehari-hari. Baik yang berasal dari tebu maupun gula. Dengan hidrolisis, sukrosa akan pecah menjadi fruktosa dan glukosa (Fesenden, 1994).

2.2.3.   Polisakarida

Senyawa dalam polisakarida terdiri dari molekul-molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang dipersatukan dengan ikatan glukorida. Polisakarida memiliki tiga maksud dalam kehidupan, yaitu sebagai bahan pembangunan, bahan makanan dan sebagai zat speritik. Polisakarida sebagai bahan bangunan, contohnya selulosa dan kitin. Polisakarida sebagai nutrisi yang lazim adalah pati dan glikogen. Contoh suatu zat epintik ialah heparin, suatu polisakarida yang mencegah koagulasi darah. Selulosa adalah senyawa organik paling melimpah di bumi (Soeharsono,1992). Polisakarida menghasilkan lebih dari 6 monosakarida pada hidrolisis. Contoh–contoh polisakarida yang dapat linier dan bercabang adalah pati dan dekstrin. Mereka kadang - kadang dinamakan sebagai heksosan, pentosan, homopolisakarida, atau heteropolisakarida tergantung pada bentuk monosakarida yang mereka hasilkan pada hidrolisis (Harper, 1979). Polisakarida merupakan polimer dari monosakarida. Berat molekul monosakarida bervariasi dari sekitar 500 sampai 500000, bergantung pada jumlah yang terkandung dari monoskarida (Purba, 1997).

BAB III
MATERI DAN METODE
              Praktikum Kimia Dasar dengan Materi Karbohidrat dilaksanakan pada Hari Sabtu, 24 Oktober 2009, pukul 13.00 – 15.00 WIB di Laboratorium Fisiologi dan Biokimia, Fakultas Peternakan Universitas Dipomegoro Semarang.

3.1. Materi
             Alat yang digunakan dalam praktikum karbohidrat, yaitu  Pipet tetes yang berfungsi untuk mengambil suatu larutan, tabung reaksi berfungsi untuk tempat mereaksikan suatu larutan, rak tabung berfungsi untuk melutakkan tabung reaksi, pemanas air untuk memanaskan larutan dalam tabung, kaki tiga sebagai tempat untuk meletakkan tabung elemeyer, bunsen sebagai pemanas, penjepit untuk menjepit tabung reaksi saat dipanaskan, gelas beker sebagai tempat larutan. Untuk bahannya yaitu kertas saring, kertas lakmus, glukosa, laktosa, sukrosa, fruktosa, kanji, madu, sirup, larutan Iodine, Na2CO3,, fehling A, fehling B, Asam Pikrat pekat, HNO3 pekat, Pereaksi Benedict.

 3.2.Metode

            3.2.1. Prosedur Uji Kelarutan

          Menyiapkan lima tabung reaksi, kemudian memasukkan berturut-turut glukosa, fruktosa, laktosa, sukrosa dan kanji sebanyak 10 tetes. Setelah itu kita mencatat warna dari bentuk fisik karbohidrat tersebut, langkah berikutnya yaitu menambahkan 10 ml aquades kesetiap tabung reaksi. Selanjutnya kita tutup dengan ibu jari dan menggojog dengan baik. Langkah terakhir mencatat hasil pengamatan kedalam tabel.   
                                                                                                                                                             
 3.2.2. Prosedur Uji Fehling

                     Menyiapkan enam tabung reaksi dan dengan pipet tetes mengisi berturut-turut 1ml larutan laktosa, sukrosa, glukosa, fruktosa, kanji, dan sirup. Kemudian masing-masing tabung reaksi diisi 5 ml Fehling A dan Fehling B. dan selanjutnya digojog, setelah itu kita tempatkan dalam  pemanas air mendidih selama 10 menit dan mengamati perubahan yang terjadi. Uji ini positif jika terbentuk endapan merah bata.

3.2.3. Prosedur Uji Benedict

                        Memasukan 10 tetes larutan glukosa 2 % kedalam tabung reaksi, kemudian di tambahkan 10 tetes pereaksi benedict setelah  itu kita panaskan beberapa saat, maka akan terjadi perubahan warna. Amati dengan teliti dan catat pada lembar pengamatan . reaksi positif jika terjadi endapan  warna merah muda. Ulangi pengujian ini teradap larutan fruktosa,  laktosa, sukrosa, madu, sirup dan kanji.
3.2.4. Prosedur Uji Asam Pikrat

           Memasukan 10 tetes glukosa kedalam tabung reaksi. Tambahkan larutan Asam Pikrat jenuh dan Sodium Karbonat, setelah  dipanaskan beberapa saat amati perubahan warna yang terjadi. Reaksi positif jika terbentuk warna merah. Ulangi percobaan ini terhadap larutan fruktosa, laktosa, kanji, dan sirup.

BAB IV
  HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Uji kelarutan
Tabel 3. Uji Kelarutan
    Sampel                                            Warna                                         Keterangan
Glukosa                                           Bening                                              Larut
Fruktosa                                          Kuning ening                                    Larut
Laktosa                                           Kuning bening                                  Larut
Sukrosa                                           Bening                                              Larut
Kanji                                               Lebih keruh                                      Larut
 Sumber: Data Primer Praktikum Kimia Dasar, 2009
Praktikum uji kelarutan glukosa, fruktosa, sirup, laktosa, madu, sokrosa, kanji larut dalam air. Hal ini menunjukan bahwa bahan tersebut merupakan gugus monosakarida. Hal ini sesuai dengan Kartasapoetra (1999), yaitu monosakarida dapat ditemukan dalam wujud glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Sampel apabila ditambahkan dengan aquades akan membentuk suatu larutan yang mengakibatkan warnanya menjadi keruh atau jernih berarti sampel tersebut mengandung karbohidrat. Hal ini sesuai dengan pendapat Hawab (2003) yang menyatakan bahwa suatu senyawa karbohidrat biasanya diakhiri dengan kata sakarida yang berarti gula (bahasa Yunani) atau dengan kata osa.

4.2.  Uji Pereduksi (Uji Fehling)
  Tabel 4. Uji Fehling    
Sampel                                         Reaksi                          Keterangan
( +/ - )
 Laktosa                                        +                 Merah bata, terdapat  endapan
 Sukrosa                                        -                  Tidak terdapat endapan merah bata
 Glukosa                                        +                 Terdapat endapan  merah bata
 Fruktosa                                       +                 Terdapat endapan  merah bata
 Kanji                                            -                  Tidak terdapat endapan  merah bata
 Madu                                            +                 Terdapat endapan  merah bata
 Sirup 2 %                                     +                 Terdapat endapan  merah bata
Sumber: Data Primer Praktikum Kimia Dasar, 2009
 Pereaksi fehling terdiri atas fehling A dan B yang bila dicampur akan berwarna biru. Bila senyawa yang mengandung aldehid direaksikan dengan fehling maka akan terjadi endapan yang berwarna merah bata dan hasil menunjukan positif. Pada larutan sukrosa dan kanji tidak menunjukan hasil positif karena warna tidak mengalami perubahan yaitu warna tetap biru dan tidak terdapat endapan. Hal ini sesuai dengan pendapat Fessenden (1999). bahwa reaksi yang positif menghasilkan endapan warna merah.

4.3.  Uji Benedict
Tabel 5. Uji Benedict
Sapel                                            Reaksi (+/-)                         Keterangan
Glukosa 2 %                                      +                        Warna merah bata
Sukrosa                                              -                         Warna hijau
Maltosa                                             +                        Warna merah bata
Laktosa                                             +                        Warna merah bata
Fruktosa                                            +                        Warna merah bata
Kanji                                                  -                         Warna biru
Madu                                                 +                        Warna merah bata
Sirup                                                   -                         Warna hijau tua
Sumber: Data Primer Praktikum Kimia Dasar, 2009
Setelah larutan diletakan dalam tabung reaksi dan sebelum dipanaskan, semua larutan berwarna biru bening. Setelah larutan itu ditambah pereaksi benedict dan dipanaskan, akan menghasilkan endapan merah bata, Endapan merah tadi adalah hasil reduksi CuO menjadi Cu2O. Hal ini sesuai dengan pendapat Fessenden (1999), bahwa reaksi yang positif  menghasilkan warna merah bata.

4.4.  Uji Asam Pikrat 
Tabel 6. Uji Asam Pikrat
Sampel                                  Reaksi (+/-)                            Keterangan
Glukosa 2 %                              +                                      Warna marah
Fruktosa                                     +                                      Warna merah
Laktosa                                      +                                      Warna merah
Kanji                                           -                                       Warna  Kuning               
Sirup                                           -                                       Warna Orange
Sukrosa                                      +                                       Warna Merah  
Madu                                          +                                       Warna Merah
Sumber: Data Primer Praktikum Kimia Dasar, 2009
Menurut percobaan ini glukosa, maltosa dan laktosa dapat mereduksi asam pikrat menjadi asam pikramat dengan perubahan warna menjadi merah bata. Glukosa teroksidasi menjadi asam glukonat dan asam pikrat menjadi asam pikromat jika tereduksi. Asam inilah yang berwarna merah. Hal ini sesuai dengan pendapat Fessenden (1999), bahwa reaksi yang positif menghasilkan warna merah.

      
BAB IV
 KESIMPULAN.
Karbohidrat merupakan polihidroksi keton atau polihidrataldehid yang mempunyai rumus umum Cn(H2O)n. Pada uji kelarutan golongan monosakarida mudah larut dalam air. Sifat kimia dapat diuji dengan Uji Fehling dan akan terbentuk endapan merah bata, maka karbohidrat memiliki sifat pereduksi. Karbohidrat sebagai pereduksi diuji dengan Benedict yang ditunjukan dengan endapan merah bata. Tes asam pikrat terbentuk warna merah bata menunjukan reaksi positif.

                                          DAFTAR PUSTAKA
Kartasapoetra. G, H Marsetyo. 1995. Ilmu Gizi. Rineka Cipta : Jakarta.
Fessenden, J. 1994. Dasar Kimia Organik. Erlangga, Jakarta.
                     . 1999. Kimia Organik. Edisi  kedua. Erlangga, Jakarta
Harper, H . A .1979 . Biokimia. Buku kedokteran E. G. C : Jakarta
Hawab, M. 2003. Pengantar Biokimia. Bayu Media Publishing, Bogor.
Purba, Michael. 1997. Ilmu Kimia. Erlangga, Jakarta.
Riawan,S. 1990.Kimia Organik.Binarupa Aksara, Jakarta
Soeharsono, N. 1992.Biokimia jilid 1. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Friday, July 1, 2011

Lomba Karya Tulis Ilmiah Bidang Peternakan Tingkat SMA/SMK dan Sederajat

Latar Belakang

     Protein hewani mampu meningkatkan kecerdasan anak bangsa, oleh sebab itu pemenuhan nutrisi berupa protein hewani sangatlah dibutuhkan. Dewasa ini sektor peternakan di dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan protein hewani. Hal ini disebabkan oleh produktivitas ternak yang masih belum maksimal. 

     Kebutuhan protein hewani di Indonesia dapat dipenuhi antara lain dengan peningkatan produktivitas ternak, dengan cara pengembangan teknologi peternakan yang murah dan efisien.

     Hasil dari produk peternakan dibagi menjadi dua, yaitu produk utama berupa daging, susu dan telur, dan produk sampingan berupa kulit, kepala, vicera dan kotoran. Semua hasil produksi tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sistem teknologi pengolahan pasca produksi mempengaruhi nilai ekonomis dari produksi peternakan tersebut.
 
       Himpunan Mahasiswa S1 Peternakan Bidang Edukasi Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, ingin memotivasi generasi muda untuk ikut berperan serta dalam pembangunan bidang peternakan, yang diwujudkan melalui lomba karya tulis ilmiah. 

HADIAH

HADIAH
Juara I

Trophy Menteri Pertanian, uang sebesar Rp.5.000.000 
Piagam Penghargaan
Medali 
Bebas Tes Masuk di Fakultas Peternakan UNDIP
Souvenir
Juara II

Trophy Menteri Pertanian, uang sebesar Rp. 3.000.000
Piagam Penghargaan
Medali
Bebas Tes Masuk di Fakultas Peternakan UNDIP
Souvenir
Juara III

Trophy Menteri Pertanian, uang sebesar Rp.2.000.0000
Piagam Penghargaan
Medali 
Bebas Tes Masuk di Fakultas Peternakan UNDIP
Souvenir      
                    
10 finalis mendapatkan 
 
Piagam Penghargaan dan Souvernir Medali. 
Setiap satu pendamping finalis akan mendapatkan sertifikat dari panita.

FASILITAS BAGI 10 FINALIS

Sepuluh finalis berhak mendapatkan fasilitas penginapan dan transportasi di wilayah kota Semarang (H-1 sampai hari pelaksanaan) pada waktu babak final berlangsung . 

AGENDA

 
RANGKAIAN KEGIATAN

Waktu
Acara
Juni  – September
Penulisan karya ilmiah
Sabtu , 30 September 2011
Batas Akhir Pengumpulan Makalah LKTI
Rabu, 5 Oktober 2011
Penyeleksesian Makalah LKTI yang masuk
Senin, 10 Oktober 2011
Pengumuman 10 finalis LKTI Se-indonesia
Kamis, 10 November 2011
Grand Final LKTI Se-Indonesia

Ketentuan

PERSYARATAN PESERTA

  1. Pelajar SMA/SMK/Aliyah/Pesantren dan yang sederajat dari kelas 10-12 negeri/swasta.
  2. Peserta bisa perorangan atau kelompok maksimal 3 orang dan diketahui oleh pihak sekolah.
  3. Topik atau judul yang diajukan belum pernah menjadi pemenang dalam ajang kompetisi sejenis tingkat nasional.
  4. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum pernah dipublikasikan.
  5. Menandatangani surat pernyataan diatas meterai bahwa karya ilmiah yang dikirimkan merupakan karya asli dan belum pernah menjadi pemenang dalam lomba yang sejenis dan belum pernah dipublikasikan.
  6. Melampirkan daftar riwayat hidup/biodata setiap penulis.
  7. Melampirkan foto copy kartu pelajar, surat keterangan dari kepala sekolah yang menandakan bahwa peserta masih terdaftar aktif dalam kegiatan belajar mengajar.


PETUNJUK PENULISAN
 
  1. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar maksimum 20 halaman. Naskah diketik pada kertas ukuran A4 berat 70 gr dengan jarak spasi 2, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, ruang sisi tepi kiri 4 cm dan sisi kanan 3 cm, 4 cm tepi atas dan 3 cm tepi bawah.
  2. .       Sistematika Naskah
    Sampul Naskah Karya Tulis Ilmiah
    Lembar Halaman Pengesahan (Disahkan oleh Kepala Sekolah dan Guru pembimbing)
    Daftar Isi
    Daftar Tabel
    Daftar Gambar
    2.1. Judul
    Judul hendaknya komprehensif, dibuat sesingkat mungkin dan dapat diberi sub judul.
    2.2. Abstrak
                Merupakan rangkuman singkat dari seluruh bagian karya tulis ilmiah, dengan membaca abstrak pembaca diharapkan dapat mengetahui isi tulisan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia tidak lebih dari 250 kata dan dituangkan dalam satu paragraph. Isi abstrak mencakup masalah, tujuan, materi, metode serta hasil dan kesimpulan. Selain itu jangan lupa menambahkan kata kunci maksimum 5 kata.
    2.3. Pendahuluan
                Bagian ini biasanya berisi latar belakang penelitian, permasalahan yang dihadapi, tujuan penulisan ilmiah serta usaha-usaha dan pendekatan metode yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah
    2.4. Materi dan Metode
                Bagian ini bisanya mengungkapkan secara jelas dan rinci mengenai bahan yang digunakan dan cara kerja yang dilakukan..
    2.5. Hasil dan Pembahasan
                Bagian ini merupakan pokok utama dari tulisan yang berisi laporan dari semua kegiatan penelitian. Penulis dapat menjelaskan semua implementasi dan hasil yang telah dicapai, juga menjelaskan tentang arti dan manfaat penelitian, dikaitkan dengan masalah-masalah yang akan dipecahkan. Dasar-dasar kesimpulan sudah dapat ditarik dalam bagian ini.
    2.6. Kesimpulan
                Bagian ini memuat rangkuman akhir dari naskah, usahakan hanya merangkum bagian-bagian yang menariknya saja. Hal-hal yang muncul pada bagian ini sebelumnya sudah dimunculkan dalam bagian isi/pembahasan, tuliskan pula rekomendasi atau saran kamu untuk memecahkan isu/ masalah yang sedang dihadapi sesuai tema penelitian.
    2.7. Daftar Pustaka
              Bagian ini memuat buku-buku atau karya tulis apa saja yang telah disitir baik tercetak ataupun melalui internet (sebaiknya terbitan 10 tahun terakhir).    
    2.8. Lampiran
                 Melampirkan formulir pendaftaran, foto copy kartu pelajar, Surat keterangan masih aktif menjadi siswa dari kepala sekolah, surat pernyataan dan biodata peserta.
    Ketentuan selengkapnya dapat di Download  Disini
    Formulir pendaftaran dapat di Download Disini
Tema Lomba :
Peningkatan Produktivitas Ternak dan Pemanfaatan Produk Peternakan dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Ketentuan Selengkapnya dapat diakses pada :
http://lktifpundip.blogspot.com/

Contact Person : Ika 087832106020 atau Ulfa 08985768840

Email : lktifpundip@yahoo.com

Thursday, June 30, 2011

Wisata Gratis oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwsata Indonesia

Bagi teman-teman yang suka jalan-jalan, adan kesempatan, Gratis
ke Bali- Labuan Bajo dan pulau Komodo , Indonesia
dengan mengikuti quis dari dinas kebudayaan dan pariwisata, klik aja DISINI

Friday, May 27, 2011

Jangan Takut Makan Daging Kambing


Tak ada bukti bahwa makan daging kambing mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi. Popularitas daging kambing sudah tak diagukan lagi negeri kita. Demikian juga bagi kebanyakan orang doi Asia, Timur Tengah, Amerika  Latin dan Afrika.  Daging kambing merupakan makanan yang dipercaya mempunyai khasiat yang lebih tiggi dibanding daging sapi atau domba. Hampir diseluruh jkelompok dari berbagai daerah  di tanah air percaya bahwa daging kambing dapat meningkatkan potensi seksual, terutama seksual pria.Di Taiwan, daging kambing juga dipercaya mempunyai khasiat menghangatkan badan (heaty) sehingga merupakan menu yang digemari di musim dingin.
Bukan cuma itu, daging kambing juga sering diasosiakan dengan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Ketika mantan Presiden  Indonsesia Suharto, masuk rumah sakit, orang lalu mengkaitkannya  dengan kebiasaaan penyebabnya adalah dengan nasi kebuli dan daging kambing kegemarannya. Orang boleh saja percaya pada mitos. Yang pasti kambing menghasilkan daging yg digemari oleh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan kontribusi yg tidak sedikit terhadap kehidupan banyak petani peternak di Indonesia.
Kandangan lemak dan kolesterol
Tidak ada bukti bahwa daging kambing mempunyai kandungan lemak terutama lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingakan dengan jenis daging merah lainnya. Sebaliknya penelitian membuktikan bahwa daging (karkas)  kambing memounyai kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan karkas domba atau sapi jika dibandingakan pada kondisi yang sama.
Dari data tabel dibawah ini jelas terlihat bahwa komposisi karkas sangat bervariasi. Variasi tersebut ditentukan oleh banyak faktor, misalnya fase pertumbuhan dan pakan yang diberikan. Sebagai contoh kambing muda mempunyai kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan kambing dewasa/tua. Demikian juga kambing yang   diberi akan hijauan dan konsetrat akan menghasilkan karkas dengan jumlah lemak lebih banyak dibandingkan dengan yang hanya diberikan pakan hijauan saja.
Sate kambing bisa diduga memunai kandungan lemak yang lebih tinggi karena dalam satu tusuk sate biasanya diselipi potongan lemak untuk menambah cita rasa. Demikian juga giula ikambing karena bahan untuk membuat gulai biasanya daging tetelan, tulang bersumsum dan ditambah santan.
Capreto dan Chevon
Kambing sering diasosiakan sebagai ternak kepunyaan yang miskin  (Poer mans’s goat) kaena lebih dari 90% populasi kambing dunia berada dinegara berkembang dan dimiliki oleh kelompok msyarakat ekonomi lemah.
Di beberapa negara Eropa seperti Perancis dan Itali, kambing lebih banyak diproses untuk menghasilkan susu. Namun demikian daging cempe jantan yang sangat disukai karena dagingnya lembut, empuk, dan kandungan lemaknya sangat rendah.Cempe jantan tersebut bila dipotong pada saat umurnya masih sangat muda (1-2 bulan) dengan bobot kurang dari 10 kg. Sedangkan di negara-negara lain yg industri pertaniannya maju sperti Australia dan New Zealand daging kambing seringkali masih disatukan dengan kelompok game meat.
Game meat adalah daging yang berasal dari beraneka hewan yang belum secara intensif dperllihara untuk menghasilkan daging atau daging hewan yang diperlukan dengan diperoleh melalui  cara berbutru, misalnya kanguru, babi dan kelinci liar., rusa, dll. 
Tidak heran jika istilah untuk kambing yaitu chevon dan capretto popularitasnya kalah jauh dibandingkan beef, veal, mutton, dan lamb.
Istilah beef pada industri sapi potong menunjuk pada daging sapi secara umum dan veal pada daging sapi muda (pedet) yang belum disapih. istilah mutton, menunjuk pada daging domba secara umum, sedang daging domba muda dibeli istilah lamb. Daging kambing secara umum disebut istilah  chevon, sedangkan daging kambing  muda (cempe) diberi istilah Capretto (cabrito).
Pada kurun waktu   terakhir ini, industri peternakan kambing potong baik di beberapa negara seperti Australia, New Zaealand, Amerika Serikat meningkat dengan pesat. Negara lain yang sedang menyusul adalah China dan Malaysia.
Kecenderungan tersebut tidak terlepas dari besarnya permintaan pasar untuk ternak kambing baik dalam bentuk hidup maupun bentuk daging//karkas. Sasaran utamanya adalah konsumen yang memounyai tradisi mengkonsumsi daging kambing baik yg berada di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Afrika maupun konsumen lokal yang sebagian besar adalah imigran.
Sasaran lainnya adalah konsumen yang sedang mencari daging alternatif dengan alasan rendah kandungan lemaknya. Konsumen kelompok kedua walaupun dari segi jumlah jauh lebih rendah dibandingkan kelompok pertama, cukup menjanjikan karena berani membayar dengan harga tinggi asalkan dagingnya mengandung kemak yang rendah tetapi tetap enak rasanya. Untuk memenuhi permintaan pasar  peternakan kambing potong semakin diintensifkan   meningkatkan kapsitas  juga kualitas produknya.
Memasarkan kambing potong maupun dagingnya hanya dengan sebutan kambing atau daging/karkas kambing dipandang merugikan produsen/eksporter. Hal ini karena seringkali kambing potong dari sebuah peternakan dihargai sama dengan kambing liar yang ditangkap   dari hutan/padang.Demikian juga dengan kambing jantan peranakan Boer atau Kalahari Merah yang masih sangat muda dengan berat bagadan 30 kg dihargai sama dengan kambing feral dewasa dengan bobot badan yang sama.Selain itu, hanya dengan sebutan daging kambing, banyak konsumen masih mengasosiakan dengan harga kambing liar yang hanya cocok untuk makanan hewan piaraan (pet food). Oleh jarena itu istilah chevon dan capretto semakin dipopulerkan di Autralia, chevon dan capretto diberi batasan yang jelas.
Di Indonesia daging kambing nuda  digemari untuk buat sate. Tidak heran kalau semua pejual sate memasang tulisan didepan warungnya” sate kambing muda’. Sate kambing nuda diasosiakan dengan sate yang enak rasanya dan empuk.
Daging kambing dewasa/tua lebih cocok dimasak gulai atau masakan berkuah (kari). Tapi bagaimana penjual dan konsumen tahu kalau kambignya  masih muda padahal asal usul dan umur kambing yang dipotong tidak jelas?
Tanpa kriteria yang dapat diukur secara obyektif pengelompokan karkas kambing berdsarkan kualitas sulit diterapkan dan diterima akurasinya. Gencarnya China dan Malaysia untuk meningkatan industri kambing potong dengan mengimpor kambing Boer dari Australia dan New Zealand baik dalam bentuk hidup, semen maupun embryo beku, menyisakan sebuah pertanyaan. Kalau sementra ini petani kambing lokal sudah tersaingi oleh kambing impor dari Australia New Zealand apakah dalam kurun waktu 10 tahun mendatang Indonesia juga akan dibanjiri dengan kambing made in China.
Tabel. PERBANDINGAN KANDUNGAN LEMAK, TULANG DAN KOLESTEROL KARKAS
          KAMBING, DOBA SAPI DAN BABI.

Proporsi daging lemak dan tulang didasarkan pada berat karkas. Angka dalam kurung  adalah rata-rata.
Sumber: Procedings Nutrition Society of Australia, Desember 1997.


Dari tabel di atas terlihat bahwa secara umum dan proporsional bahwa kandungan lemak dan kolesterol kambing jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging domba, sapi dan babi. Biila dengan pembatasan dan pola makan yang standar sama, dan khasiat manfaat daging kambing yang baik untuk kesehatan mengapakah kita harus takut mengkonsumsi daging kambing? 
Sumber : ddlivestock

Thursday, May 26, 2011

Segitiga Pengaman Untuk Kesehatan Hewan

Di Indonesia musim hujan biasanya berlangsung mulai bulan Oktober sampai dengan Maret setiap siklus, sehingga tindakan persiapan dapat diantisipasi sebelumnya, kecuali jika kita berhadapan dengan gejala El Nino atau La Nina.

Gejala alam yang kedua ditandai dengan molornya musim hujan. Apa yang perlu dipersiapkan? Yaitu segitiga pengamandalam kesehatan hewan, terdiri dari : sanitasi, imunisasi danmedikasi.


Sanitasi ialah tindakan menjaga kebersihan kandang dan lingkunganya untuk membunuh bibit penyakit sebelum menginfeksi ternak.

Imunisasi merupakan tindakan pengebalan tubuh apabila bibit penyakit lolos dari pembersihan bibit penyakit dengan sanitasi. Medikasi atau pengobatan adalah tindakan akhir apabila bibit penyakit lolos dari sanitasi maupun tidak dapat ditahan dengan zat kebal.

Kotoran ternak, sisa pakan dan limbah rumah tangga merupakan media yang baik untuk tumbuhnya bibit penyakit. Sehingga kandang dan lingkunganya harus dibersihkan. Seringkali kita tidak yakin mengenai hasil tindakan sanitasi ini, karena kita tidak dapat melihat langsung bibit penyakitnya.

Bakteri,virus,protozoa,dan telur cacing parasit ukurannya mikroskopis. Keyakinan melaksanakan peperangan denga bibit penyakit ini harus ditanamkan dalam diri peternak.

Alat dan bahan sanitasi sangat mudah diperoleh. Sapu lidi, sekop dipergunakan untuk membersihkan kandang. Desinfektan akan membunuh bibit penyakitbaik bakteri maupun virus.
Kapur merupakan bahan desinfektan yang baik. Selain menghambat pertumbuhan bibit penyakit juga berfungsi menurunkan kelembaban udara di musim hujan.

Imunisasi secara rutin biasanya dilakukan untuk kekebalan terhadap penyakit. Bibit penyakit di kandang dan lingkungannya dapat dibunuh,tetapi kita tidak dapat menjaga burung liar yang sesekali hinggap di atap, kayu bangunan kandang, bahkan ikut makan bersama.

Penularan melalui vektor semacam ini tidak dapat dihindari. Inilah pentingnya tindakan vaksinasi.

Pengobatan sebagai tindakan terakhir apabila ternak sudah terserang penyakit harus segera dilakukan. Pengetahuan tentang gejala penyakit yang sudah diuraikan di atas penting untuk diketahui.

Bagi peternak ayam komersial dapat dipercaya tindakan pengobatan dan pengontrolan penyakit ternak lebih intensif bahkan super intensif. Tetapi bagi peternak semi komersil atau ukuran rumah tangga, tindakan ini sering tidak dilakukan.

Padahal pengobatan ini tidak terlalu mahal dibandingkan dengan harga ternaknya. Oleh karenanya sebaiknya kematian ternak perlu ditekan dengan ketiga cara tersebut diatas. Yang terpenting adalah kemauan untuk bertindak.


Sumber : infoagrobisnis

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Ternak

Penyakit mulut dan penyakit kuku adalah penyakit akut dan sangat menular pada sapi, kerbau, kambing domba dan hewan berkuku genap lainnya.

Infeksi ditandai dengan pembentukan lepuh, lekuk koroner kaki dan puting susu.

Kerugian akibat penyakit ini adalah susutnya berat badan, turunnya produksi susu, kelambatan pertumbuhan, kehilangan energi, kemerosotan harga jual. Penyebab dari penyakit ini adalah virus.

Keganasan virus tergantung dari umur hewan dan adaptasi ke suatu jenis hewan. Virus akan tahan berbulan-bulan pada jaringan seperti darah, sumsum, limfa. Sedangkan pada jaringan daging virus cepat mati karena cepat mengalami pengasaman.

Virus tidak tahan terhadap pH asam dan alkalis, panas, sinar ultraviolet dan beberapa zat kimia dan desinfektan.

Virus dapat tahan berbulan –bulan pada bahan yang mengandung protein, tahan kekeringan dan dingin.

Masa inkubasi 14 hari, penyebaran lewat kontak dengan hewan penderita, sekresi, atau lewat susu, daging. Penularan biasanya melalui alat pernafasan dan alat pencernaan.

Gejala penyakit menyerang adalah tubuh lesu, suhu tubuh mencapai 41 celcius, nafsu makan berkurang, enggan berdiri, penyusutan berat badan, penurunan produksi susu.

Tanda-tanda khas : lepuh-lepuh berupa penonjolan bulat yang berisi cairan seperti limfa. Lepuh primer mulai terlihat 1-5 hari setelah infeksi dapat tersebar di ruang mulut, terutama lidah sebelah atas, bibir sebelah dalam, gusi, selaput lendir mata.

Luka-luka pada kaki menyebabkan hewan enggan berdiridan kuku dapat terlepas, sedang luka pada lidah menyebabkan hewan enggan makan.

Gangguan lainnya : gangguan pernafasan kronis, infeksi kronis pada kuku.
Kelainan yang terjadi pasca kematian terjadi lepuh pada bagian perut, mulut dan bisa terjadi kelainan pada jantung.

Cara pencegahannya adalah dengan memberikan vaksinasi secara berkala ada hewan ternak. Vaksinasi akan memberi kekebalan pada hewan ternak selama 4 bulan -1 tahun. Dianjurkan bagi peternak untuk menyediakan alokasi dana untuk pengobatan ternak.

Lebih baik mencegah penyakit datang daripada harus menanggung kerugian yang sangat besar jika penyakit sudah menyerang dan mengakibatkan kematian.


Sumber: infoagribisnis