Showing posts with label Teknologi Pengolahan Pakan (TPP). Show all posts
Showing posts with label Teknologi Pengolahan Pakan (TPP). Show all posts

Tuesday, May 17, 2016

Evaluasi Pakan

Ada 3 macam evaluasi dalam pakan
1.      Fisik
Pengujian kualitas pakan berdasarkan indera kita, rasa, bau, tekstur yang meliputi warna, kecermelangan, kekerasan, bau dan rasa.
2.      Kimiawi
Evaluasi mutu pakan dengan cara dianalisis, tujuannya untuk mengetahui kandungan suatu bahan pakan secara kuantitatif. Evaluasi pakan dilakukan dengan analisis proksimat dan van soest.
3.      Biologi

Evaluasi mutu pakan dengan menggunakan ternak, tujuannya untuk mengetahui kualitas nutrisi suatu bahan pakan dengan teknik in vitro dan in vivo.

Klasifikasi Kelas Pakan Secara Internasional

Secara Internasional, bahan pakan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.Hijauan Kering dan Jerami.
Hijauan kering adalah rumput dan daun-daunan leguminosa yang sengaja dikeringkan agar dapat disimpan dalam waktu yang lama dan digunakan sebagai cadangan bahan pakan ternak pada musim kekurangan pakan. Kelas hijauan kering dan jerami mengikutsertakan semua hijauan dan jerami yang dipotong dan dirawat, dan produk lain dengan lebih dari 10 % serat kasar dan mengandung lebih dari 35 % dinding sel. Beberapa bahan pakan yang termasuk hijauan kering dan jerami adalah jerami amoniasi, jerami kacang tanah, klobot jagung dan kulit nanas.

2.Pastura dan Hijauan Segar.
Pastura dan hijauan segar merupakan bahan pakan dalam bentuk daun-daunan, dan kadang masih bercampur dengan ranting dan bunganya. Kadar airnya berkisar antara 70-80 % dan sisanya adalah bahan kering dan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak. Daun nangka termasuk hijauan segar. Daun nangka baik untuk pakan ternak karena banyak kandunngan zat yanng bermanfaat bagi ternak.Gamal adalah tanaman yang berasal dari Amerika Latin. Daun gamal dapat digunakan sebagai pakan ternak, tanaman peneduh dan pembasmi alang-balang. menyatakan bahwa pohon gamal merupakan tumbuh-tumbuhan yang berukuran sedang atau berbentuk pohon kecil, batangnya bercabang-cabang dan tumbuh ranting serta daun. Tinggi pohon gamal dapat mencapai 25 m dan dapat dikembangkan dengan stek atau biji. Ternak kambing dan domba umumnya menyukai gamal, tetapi pada musim kemarau hampir semua ternak herbivora menyukainya. Beberapa spesies gamal yang terkenal adalah Glirigedea maculata. Tetapi semua spesies memiliki bau yang khas dan daun gamal memiliki rasa pahit bila dimakan, daun gamal tidak selalu diberikan dalam bentuk segar tetapi juga dapat dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Pohon turi banyak ditemukan di pulau Jawa. Pohon ini ada dua macam yaitu yang berbunga putih dan yang berbunga merah. Susunan zat-zat makanan daun turi yang berbunga putih adalah 40,62 % protein, 5,66 % lemak, 33,38 % BETN, 10,67 % serat kasar dan 11,20 % abu. Tetapi, kedua macam daun turi tersebut memiliki bau khas yang sama yaitu khas daun turi, keduanya juga memiliki bentuk daun yang hampir sama yaitu helaian serta agak kaku dan memiliki ras pahit apabila dimakan. Daun turi juga digunakan oleh manusia sebagai salah satu bahan pangan hijauan yang memiliki nilai gizi tinggi.
3. Silase.
Silase merupakan hijauan segar yang disimpan dalam silo dengan tujuan diberikan kepada ternak pada waktu sulit didapatkan atau pada musim paceklik. Kelas ini menyebutkan hijauan. Kelas ini menyebutkan silase hijauan (jagung, alfafa, rumput dan sebagainya). Tetapi tidak silase ikan, biji-bijian dan umbi-umbian. Tujuan pembuatan silase antara lain sebagai bahan pakan pada musim paceklik, untuk menampung dan memanfaatkan kelebihan produk hijauan dan mendayagunakan sisa hasil pertanian dan hasil ikutan pertanian. Silase memiliki bentuk kasar, warna hijau dan agak asam karena proses fermentatif. Silase hijauan pakan merupakan bahan pakan yang berasal dari hijauan yang telah mengalami proses fermentasi di dalam silo anaerob, dan mengandung bahan kering 30-35 %. Silase hijauan pakan memiliki warna hijau tetapi seperti aslinya dan bentuk tidak berubah. Silase hijauan pakan memiliki bentuk kasar dan berbau wangi asam. Hal ini disebabkan karena pengaruh bahan yang digunakan untuk memfermentasi hijauan ini.
4.Sumber Energi
Bahan makanan sumber energi pada umumnya merupakan bahan pakan yang mempunyai kadar protein sekitar 12 % dimana 75-80 % dapat dicerna. Penyusun utama bahan makanan sumber energi adalah karbohidrat, yang masih utuh berupa biji biasanya ¾ bagian merupakan pati yang daya cernanya sekitar 95 % serta mempunyai kadar serat kasar yang bervariasi yang dapat mempengaruhi daya cerna. Termasuk kelompok ini adalah bahan-bahan dengan serat kasar kurang dari 18 % atau dinding sel kurang dari 35 %.
Nasi aking merupakan bahan pakan sumber energi. Penyusun utamanya adalah karbohidrat. Selain itu, nasi aking juga mengandung protein yang baik untuk tubuh ternak. Nasi aking biasanya digunakan sebagai pakan ternak unggas terutama bebek atau itik.
5. Sumber Protein
Bahan pakan sumber protein terdiri dari dua sumber yaitu protein yang berasal dari sumber hewani dan yang berasal dari sumber nabati. Sumber protein nabati terutama dari jenis kacang-kacangan dan dari jenis leguminosa. Sumber protein hewani diantaranya adalah BR 1, BR 5 dan pellet. Ampas kecap termasuk sumber protein nabati karena bahan bakunya adalah biji kedelai. Ampas kecap mengandung protein 24,9 %, 24,3 % lemak, 0,39 % kalsium dan 0,33 fosfor. Ampas kecap bisa diberikan secara langsung (tanpa diproses lagi) sebagai pakan ternak dengan jumlah 20 % dari ransum.
Makanan ini bentuknya seperti butiran. Bentuk makan ini pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah merangsang selera makan, sebab ayam tertarik kepada makanan yang berbentuk butiran. Sedangkan tiap pellet memiliki kandungan gizi yang sama. Makanan pelet tak mudah melekat pada tempat makan dan paruh, sehingga tak ada makanan yang tercecer. Selain itu, ayam juga tidak memilih-milih makanan. Kekurangannya yaitu harganya relatif mahal. Kemungkinan terjadi kerusakan beberapa zat makanan tertentu sewaktu terjadi proses pembuatan. Ayam juga akan lebih banyak minum.
6.Sumber Mineral
Mineral merupakan komponen dari pesenyawaan organik jaringan tubuh dan persenyawaan kimiawi lainnya yang berperan dalam proses metabolisme. Kebutuhannya sangat sedikit tetapi sangat vital, teutama pada proses tumbuh dan bereproduksi penyusunnya yaitu kalsium dan fosfor. Apabila ternak kekurangan bahan pakan yang mengandung mineral maka dapat menyebabkan pertumbuhannya lambat. Salah satu sumber kalsium dan fosfor yang sering digunakan di Indonesia pada tahun 1960-1970 adalah tepung kerang yang sampai saat ini masih digunakan oleh penyusun ransum. Tepung kerang digunakan sebagai sumber kalsium yang penting untuk unggas pedaging dan unggas yang sedang bertelur dengan kadar kalsium yang cukup besar yaitu 38 % dan kandungan nutrien lainnya yaitu 1,2 % BETN, 46,7 % PK, dan 86 % BK. Kulit kerang diperlukan lebih banyak dalam ransum untuk ayam petelur yang bereproduksi tinggi sehingga dapat menahan telur dalam saluran telur dalam waktu yang relatif singkat. Tepung kulit kerang memiliki warna hitam keabuan, berbau amis karena termasuk dalam hewan laut dan memiliki rasa asin.
7. Sumber Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik, biasanya tidak disintesis oleh jaringan tubuh dan diperlukan dalam jumlah sedikit. Vitamin ini digunakan sebagai koenzim atau regulator metabolisme. Vitamin digolongkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin A, D, E, K adalah vitamin yang larut dalam lemak. Sedangkan vitamin yang larut dalam air adalah tiamin, ribofialin, asam nukleat, folasin, boitin dan asam pentotenat. Sedangkan vitamin C tidak dapat disintesis oleh tubuh jadi sangat diperlukan dalam ransum. Vitachick merupakan preparat sintesis yang mengandung vitamin C yang berbentuk serbuk atau tepung dan berwarna kuning keorangean. Vitachick terdapat komposisi vitamin dan zat-zat tambahan lain yang diperlukan oleh ternak khususnya unggas. Proses metabolisme vitachick dibutuhkan tetapi dalam ransum zat ini tidak digunakan pada kebanyakan hewan ternak. Vitachick memiliki bau yang khas obat karena berasal dari bahan-bahan kimia sehingga memiliki rasa pahit bila dimakan. Meskipun pahit, tetapi vitachick dibutuhkan oleh ternak untuk pertumbuhan dari perkembangan ternak dan diberikan sesuai dengan dosis.
8. Zat Aditif
Berdasarkan komposisinya, aditif pakan (fedd suplement) dibagi menjadi tiga, yaitu feed suplement yang mengandung multivitamin dan mineral, feed suplement yang mengandung komposisi multivitamin dan antibiotik, dan feed suplement yang mengandung komposisi multivitamin, mineral, dan antibiotik. Aditif pakan meliputi bahan pewarna, antibiotik, hormon pengharum, obat-obatan dan air.

Definisi dari Nutrisi, Diet, Feed, Ration, Feedstuff, dan Nutrien


Nutrisi
Langkah-langkah yang saling terkait dimana organisme hidup asimilasi makanan dan menggunakannya untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan penggantian, atau elaborasi dari produk. Ini mencakup semua bentuk kehidupan, termasuk tanaman dan hewan.
Hal ini membutuhkan penerapan kimia, fisika, dan matematika serta integrasi kemajuan di tanah, ilmu tanaman, hewan ilmu pengetahuan, biokimia, rekayasa, sistem produksi, dan lainnya disiplin.
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh.

Diet
Campuran bahan pakan homogen yang digunakan untuk mensuplai nutrisi bagi hewan.
Feed
Suatu bahan pakan atau campuran bahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak serta mengandung nutrien yang dibutuhkan oleh ternak. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan ternak. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang.
Ration
Bagian pakan atau komponen yang sudah ditentukan ukurannya untuk setiap ternak secara rutin disuplay dari makanan dalam jangkan 24 jam.
Feedstuff
Satu atau beberapa macam bahan baik diolah, setengah jadi atau bahan baku, yang bertujuan untuk dibuat menjadi pakan atau diberikan langsung kepada hewan penghasil pangan.
Nutrien
Semua elemen kimiawi dalam makanan yang mendukung reproduksi normal, pertumbuhan, laktasi, dan mantenance dari proses kehidupan.

Wednesday, October 26, 2011

DDGS (Dried Distillers Grains with Solubles)

Apa itu DDGS (Dried Distillers Grains with Solubles)?
Merupakan hasil ikutan pembuatan ethanol dengan menggunakan proses fermentasi seperti gambar 1. Jika 100 kg jagung dibuat menjadi ethanol maka akan menghasilkan 36 liter ethanol, 32 kg DDGS dan 32 kg Carbon dioksida. Artinya kandungan nutrisi dari DDGS bisa diperkirakan 3 kali lipat nilai nutrisi pada jagung. Sebagaimana jagung DDGS juga mempunyai kekurangan dalam hal lysin, terutama lysin digestable.
DDGS adalah hasil samping dari pabrik pembuat alkohol (ethanol) . Setelah karbohidrat yang terkandung dalam biji-bijian difermentasi menjadi alkohol dan dipisahkan dari bahan yang lainya, selanjutnya bahan lain tersebut diproses lebih lanjut menjadi DDGS. Sehingga kandungan protein dan minyak dalam biji-bijian masih banyak tertinggal dalam DDGS yang kadarnya berturut-turut mencapai sekitar 27% dan 10% . Jadi DDGS juga merupakan sumber energi yang potensial dalam tambahan pakan ternak. Selain itu DDGS juga banyak mengandung fospor yang sangat diperlukan sapi dalam memproduksi susu.         
   
Bagaimana mempertimbangkan Qualitas DDGS ?
Sebelum menggunakan DDGS dalam pakan ada beberapa hal yang harus di perhatikan :
Variasi Hasil Analisa Proximat
Menurut Nick Dale dan Amy Batal dari Universitas Georgia, kandungan protein DDGS sangat bervariasi antara 24-29%, begitu juga dengan kandungan serat kasarnya; akan tetapi kandungan lemak relatif hampir sama. Oleh karena itu setiap kali menerima DDGS sebaiknya kandungan protein terendah yang digunakan dalam spesifikasi bahan baku untuk pakan ternak.
Berikut ini adalah hasil nilai nutrisi DDGS :

Asam Amino
Asam amino menjadi perhatian khusus oleh para ahli nutrisi sejak di ketemukanya merupakan dari penyusun protein. Kandungan asam amino DDGS sangat bagus, lebih tinggi dibandingkan jagung .Namun demikian ada 1 asam amino yaitu lysin yang rendah digestablenya karena proses pengeringan. Sampai saat ini di percaya bahwa ada perbedaan kandungan asam amino pada DDGS yang berbeda warna, umumnya DDGS dengan warna lebih terang kandungan asam aminonya lebih tinggi total maupun digestablenya.

Adanya korelasi perbedaan warna dengan kandungan nutrisi menunjukan adanya penurunan kandungan lysin disebabkan karena faktor prosesing/peneringan. Berikut ini adalah kandungan asam amino dari ketiga sample yang berbeda warnanya:


Metabolisme Energy
Tidak ditemukan perbedaan kandungan metabolisme energi antara DDGS berwarna terang dengan yang berwarna gelap. Ada korelasi antara kandungan serat kasar pada DDGS dengan Energi Metabolisme, tetapi kadungan energy 2800 kcal/kg bisa digunakan untuk formulasi. Berikut adalah publikasi dari Department Poultry Science, Universitas Georgia tentang kandungan True Metabilosme Energy:

Phospor Available
Phospor available bisa mencapai 65% dari total phospor, ini diduga karena adanya proses fermentasi dimana yeast mengahasilakn sedikit enzyme phytase yang mampu melepas phospor yang diikat oleh phytat.
Mycotoxin
Hanya nilai nutrient saja yang meningkat 3 kali lipat dari jagung, namun kandungan toxin/mycotoxin juga ada kemungkinan meningkat karena proses fermentasi tidak merusak mycotoxin. Walaupun demikian mungkin industri alkohol mempertimbangkan qualitas jagung, mungkin saja qualitas jagung yang berjamur karena penyimpanan akan menghasilkan efisiensi yang berbeda dalam menghasilkan alkohol.
Partikel Size dan Density
Dalam prakteknya industri pakan di indonesia sangat memperhatikan partikel size dari pakan. Qualitas dari pellet dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya specs mesin pellet (Die),Condisioner, fat, jenis bahan baku, dan partikel size dari bahan baku. Oleh karenanya penting mempertimbangkan partikel size DDGS terutama yang akan digunakan untuk pakan broiler pre-starter. Pertimbangan density pakan penting juga karena kapasitas tembolok ayam juga terbatas. Jika density pakan terlalu rendah kapasitas tembolok sudah terpenuhi tetapi kebutuhan nutrient belum tercukupi. (Telah di terbitkan di Majalah Trobos, Edisi Dec 2007).