Wednesday, October 26, 2011

GAMETOGENESIS

BAB I
PENDAHULUAN

Proses pembentukan gamet atau sel kelamin disebut gametogenesis, ada dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia menggunakan proses pembelahan meiosis.
Mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom, sedangkan pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom. Gametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis.
Gametogenesis adalah proses pembuatan gamet; pada jantan disebut denagn spermatogenesis dam pada betina disebut oogenesis. Proses dari gametogenesis ini, baik spermatogenesis maupun oogenesis dapat dijelaskan pada Bab berikut.



BAB II
PEMBAHASAN

Proses pembentukan gamet atau sel kelamin disebut gametogenesis, ada dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia menggunakan proses pembelahan meiosis.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom, sedangkan pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom. Gametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis.
Gametogenesis adalah proses pembuatan gamet; pada jantan disebut dengan spermatogenesis dam pada betina disebut oogenesis. Proses dari gametogenesis ini, baik spermatogenesis maupun oogenesis dapat dijelaskan sebagai berikut :

Spermatogenesis
Yaitu proses pembuatan sperma di tubulus seminiferus. Seperti halnya pada wanita, sejak bayi laki-laki masih berada dalam kandungan ibunya, tepatnya pada usia ke-5 bulan, janin telah memiliki sejumlah bakal sel kelamin (primordial germ cell), hanya saja pada lelaki bakal sel kelamin tersebut tidak mengalami degenerasi sehingga jumlahnya pun tetap saat dilahirkan.
Hasil pembelahan pada meiosis 1 berupa spermatosis sekunder dengan ukuran yang sama besar. Rasio ukuran hasil dari pembelahan ini yang menyebabkan sperma tersebut dapat membelah lagi dan pada akhirnya menghasilkan empat sperma yang fungsional.
Perlu diketahui pula, ketika meiosis 1 menghasilkan 2 spermatosit sekunder, spermatosit sekunder yang satu akan berperan dalam spermatogenesis, sedangkan spermatosit sekunder yang satunya lagi akan bertindak sebagai induk sperma yang nantinya akan mnghasilkan bakal sel kelamin lagi.

 
Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium atau indung telur terdapat oogonium (oogonia = jamak). Oogonium bersifat diploid (2n = mengandung 23 pasang kromosom atau 46 buah kromosom). Oogenesis telah dimulai sejak bayi perempuan masih dalam kandungan ibunya berusia sekitar 5 bulan. Oogonium akan memperbanyak diri dengan membelah berulang kali secara mitosis, membentuk oosit primer. Oosit primer terbungkus dalam folikel yang penuh dengan cairan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ovum.
Oogenesis terhenti hingga terjadi ovulasi, bila tidak terjadi fertilisasi oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun bila ada penetrasi sperma dan terjadi fertilisasi, oogenesis akan dilanjutkan dengan pembelahan meiosis kedua; oosit sekunder membelah menjadi 2 yaitu ootid (berukuran besar) dan polosit sekunder (berukuran kecil). Sedangkan polosit primer membelah menjadi 2 polosit sekunder. Sehingga pada akhir oogenesis dihasilkan 3 polosit dan 1 ootid yang berkembang menjadi ovum.
Selama perkembangan oosit primer hingga menjadi oosit sekunder berada dalam folikel, yaitu suatu kantung pembungkus yang penuh cairan yang menyediakan nutrisi bagi oosit. Semula oosit primer berada dalam folikel primer kemudian berkembang menjadi folikel sekunder. Ketika terbentuk oosit sekunder, folikel telah berkembang menjadi folikel tersier dan akhirnya menjadi folikel de Graaf (folikel yang telah matang) Setelah ovulasi atau lepasnya oosit sekunder folikel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengalami degenersi membentuk korpus albikan
Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman).
Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketika mencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya.
Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer).
Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.
Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi.
Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.

Pengaruh Hormon dalam Spermatogenesis
Hormon Gonadotropin
Hormon ini dihasilkan oleh hipotalamus dibagian dasar dari otak. Hormon ini akan merangsang kelenjar hipofidid bagian depan (anterior) untuk mengeluarkan hormon FSH dan LH.

FSH ( Follicle Stimulating Hormone )
Hormon ini berfungsi mempengaruhi da merangsang perkembangan tubulus seminiferus dan sel Sertoli untuk menghasilkan  ABP ( Androgen Binding Protein atau protein pengikat androgen ) yang memacu pembentukan sperma.
LH ( Luteinizing Hormone )
Hormon ini berfungsi untuk merangsang sel-sel interstisial ( sel Leydig ) agar mensekresikan hormon testosteron (androgen).
Hormon Testosteron
Hormon ini dihasilkan oleh testis. Hormon ini merangsang  perkembangan organ seks primer pada saat embrio belum lahir, mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin skunder, misalnya jambang, kumis, jakun, suara membesar serta memelihara ciri-ciri kelamin sekunder dan mendorong spermatogenesis.

Pengaruh Hormon dalam Oogenesis
Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel de Graaf, Folikel de Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi FSH dan LH. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga akhirnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.
 Berdasarkan uraian diatas , jadi dapat disimpulkan bahwa walupun spermatogenesis dan oogenesis mengalami meiosis, namun berbeda dalam beberapa hal yaitu :
1.      Spermatogenesis terjadi tanpa henti
2.      Oogenesisnya mempunyai periode istirahat yang panjang
3.      Spermatogenesis Mengahasilkan 4 sel sperma fungsional
4.      Oogenesis menghasilkan satu sel telur fungsional dan 3 sel polosit
5.      Sel-sel asal sperma berekmbang terus dan membelah sepanjang hidup laki- laki, sehingga jumlahnya tetap maka akan bertambah
6.      Ovariumnya mengandung semua sel yang akan berkembang menjadi sel telur,   

BAB III
KESIMPULAN
Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel-sel gamet di dalam organ pembiakan pria dan wanita. Gametogenesis merangkumi spermatogenesis yang berlaku di dalam testis dan oogenesis yang berlaku di dalam ovari.
Bilangan kromosom dalam sel soma manusia ialah 46, iaitu 2n=46. Ini bermakna bilangan kromosom di dalam setiap sel soma seorang lelaki dan seorang wanita masing-masing ialah 46. Jika sperma dan ovum yang dihasilkan masing-masing mengandungi 46 kromosom, maka zigot yang terbentuk melalui persenyawaan sperma dengan ovum tersebut akan mengandungi 92 kromosom. Ini bukan zigot amnusia. Zigot manusia mempuyai 46 kromosom. Bagaimanankah masalah ini diatasi? Kita bersyukur kepada Tuhan kerana telah mewujudkan gametogenesis yang melibatkan proses meiosis. Ini bermakna sperma dan ovum yang dihasilkan mengandungi 23 kromosom. Dengan demikain, zigot yang terbentuk melalui persenyawaan sperma dengan ovum akan mengandungi 46 kromosom. 

No comments:

Post a Comment

Comment Me